Posted by : Unknown
Selasa, 25 Maret 2014
Istilah
Hacker sendiri lahir sekitar tahun 1959 dari MIT(Massacusetts Institute of Technology),
sebuah universitas di Amerika yang terdiri dari orang-orang cerdas namun
cenderung tidak mempercayai adanya Tuhan (Atheis). Saat itulah semua berawal,
dari sebuah ruangan baru, "EAM room" pada Building 26 MIT, sebuah
tempat yang merupakan nenek moyang dari "dunia baru" yang kini kita
kenal, tempat nenek moyang sebuah mesin yang kini kita sebut sebagai
"komputer", mesin yang mampu membawa kita menuju kelebihbaikan dengan
kebebasan informasi, dunia para Hacker sejati.
Para
Hacker selalu bekerjasama secara sukarela menyelesaikan masalah dan membangun
sesuatu. Mereka selalu berbagi informasi, memberi jawaban serta berlomba-lomba
untuk berbuat yang terbaik agar dihormati di lingkungannya. Mereka tidak pernah
berhenti belajar untuk menjadi ahli dan sangat anti untuk melakukan sesuatu
berulang-ulang dan membosankan. Mereka berpedoman pada kata-kata bijak : “Untuk
mengikuti jalan - pandanglah sang ahli - ikuti sang ahli –berjalan bersama sang
ahli - kenali sangahli -jadilah sang ahli ”
Sementara
itu, para cracker sibuk untuk memuaskan diri mereka dengan aktivitas Cracking.
mulai dari membobol komputer, menebar virus (tanpa tujuan - beberapa Hacker
sejati ada yang menulis virus namun dengan tujuan yang jelas), hingga mengakali
telepon (Phreaking). Para Hacker menyebut mereka sebagai orang malas yang tidak
bertanggung jawab. Jadi, sangat tidak adil jika kita tetap menganggap bahwa
Hacker itu jahat dan menakutkan karena sangat jelas bahwa Hacker bersifat
membangun sementara Cracker bersifat membongkar.
Ingin
jadi seorang Hacker?? Tidak ada kata sulit bagi mereka yang mau belajar. Untuk
menjadi seorang Hacker anda harus menguasai beberapa bahasa pemrograman dan
tentu saja sikap-sikap yang bisa membuat anda diterima di lingkungan mereka.
Biasanya calon Hacker memulai dengan belajar bahasa [Python] karena bahasa ini
tergolong bahasa pemrograman yang termudah.Setelah itu anda juga harus
menguasai [java] yang sedikit lebih sulit akan tetapi menghasilkan kode yang lebih cepat dari Python, [C], [C++]
yang menjadi inti dari UNIX, dan [Perl] (www.perl.com )
serta [LISP] untuk tingkat lanjut.
Setelah
menguasai semua kemampuan dasar diatas, calon Hacker disarankan untuk membuka
salah sati versi UNIX open-source atau mempelajari LINUX, membaca kodenya,
memodifikasi dan menjalankannya kembali. Jika mengalami kesulitan, disarankan
untuk berkomunikasi dengan club pengguna Linux.
Sisi
menarik dari seorang Hacker adalah dimana mereka saling bahu-membahu dalam
menyelesaikan sebuah masalah dan membangun sesuatu. Tetapi sayangnya, kehidupan
mereka yang menghabiskan 90% waktunya untuk aktivitas Hacking bukanlah hal yang
baik. Kalau memang benar-benar ingin jadi Hacker, jadilah Hacker yang baik.